Aceh Barat - Ikatan Alumni MAN Meulaboh I (IKAMSA) di Banda Aceh menggelar sosialisasi pendidikan tentang jalur masuk ke perguruan tinggi kepada 120 murid kelas tiga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Meulaboh I pada Senin (30/1/2017) di aula sekolah setempat. Ketua alumni MAN Meulaboh, Mufti Akbar menjelaskan, sosialiasi tersebut bertujuan memberikan gambaran dan motivasi kepada WalauPTN masih jadi incaran banyak calon mahasiswa, tapi memilih masuk PTS juga bukan hal yang buruk, kok. Yup! sudah banyak lho PTS yang masuk dalam daftar deretan perguruan tinggi terbaik dan memiliki akreditasi yang oke. Ngomongin soal kuliah di PTS, ternyata ada banyak artis Indonesia yang memang memilih masuk perguruan tinggi swasta nih 2 Iyan Arnado. Tahu Bahasa Indonesia Penulis punya 558 jawaban dan 191,1 rb tayangan jawaban 2 thn. Ada beberapa alasan mengapa harus masuk universitas Indonesia yaitu, Universitas terbaik di Indonesia. Kesempatan Exchange. Lingkungan belajar yang nyaman. Fasilitas di universitas Indonesia sangat lengkap. SBMPTNP(Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) merupakan pola seleksi bersama yang terintegrasi dan terpadu berdasarkan nilai test yang dilaksanakan. Siswa yang akan mendaftar wajib membaca informasi di laman SBMPTNP tentang ketentuan yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, dokumen Pedoman Pendaftaran dapat di Namun kita tidak pernah tahu apakah ada pembaharuan di tim pembuatan soal LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Jadi sebaiknya kuasai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang diujikan agar siap menghadapi kemungkinan modifikasi soal dengan belajar rutin di rumah selama pandemi melalui ruangbelajar. Jangan sampai sia-sia waktu selama kurang dari lebihmatang dan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi harus sesuai dengan bakat minat dan kemampuan siswa yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitasnya. Dari hal diatas dapat mempengaruhi timbulnya motivasi bagi seorang siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Istilah motivasi MemotivasiSiswa Kelas XII Melalui Kegiatan Expo Pendidikan. 10 Jan 2020, 15:16. Jakarta (Humas MAN 10) --- Kepala Madrasah Aliyah Negeri 10 Jakarta Nurlaelah menyampaikan tujuan kegiatan Expo madrasah untuk memberikan fasilitas pada peserta didik dalam persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. FCkKtC. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh Noto Susanto, SE, MM, CSTMI, CPHCM, CNHRP, CHLP, CPSMotivasi bagian dorongan untuk membangkitkan semangat dalam kegiatan belajar mengajar, baik dari dalam diri atau melalui orang lain. Maksudnya adalah semangat karena internal terhadap diri sendiri untuk menggapai cita-cita sedangkan eksternal mencontoh orang lain, dengan alasan orang tersebut sudah sukses dalam berbagai bidang terutama menyelesaikan studi atau kuliah di perguruan tinggi kata mutiara merupakan kekuatan kata menjadi kalimat yang mampu membangkitkan pikiran dan hati untuk melakukan hal positif. Pengalaman seseorang dosen harus bisa memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan mahasiswi seperti kiasan kata dan kutipan dari orang yang sukses dan orang terkenal, sehingga dapat diterapkan waktu tertentu dalam kegiatan belajar dan mengajar. Ucapan dan tindakan motivasi dan kata-kata mutiara untuk mendongkrak otak kanan dan otak kiri menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu hal akan kita lakukan. Dampak positif motivasi dan kata mutiara membuat dosen dan mahasiswa mempunyai pemikiran jangka panjang dan tentunya ruang lingkup pembelajaran baik tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh. Impian yang menginspirasi dari tokoh-tokoh hebat dunia pendidikan, memberikan motivasi kepada generasi muda untuk menjadi sosok pemimpin masa akan datang. Artinya potensi diri dibangun dari perguruan tinggi atau tempat pendidikan suatu kampus penulis mencoba menganalisa dan menterjemahkan berdasarkan pengalaman untuk memberikan motivasi kepada dosen, mahasiswa dan perguruan tinggi dengan refrensi link artikel online ini dan ini. Berikut uraian yang akan diterjemahkan oleh penulis berdasarkan dari tokoh-tokoh terkenal dibawah ini 1."Perbedaan orang bijak dan bodoh, orang bijak belajar ketika mereka bisa dan orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa." - Arthur adalah dalam kondisi apapun bisa membuat perencanaan belajar kapanpun dan dimanapun. Sehingga lebih mudah mendapatkan suatu ilmu dengan ikhlas dibanding mencari dalam situasi hanya sekedar kebutuhan. 2."Renungan tentang siap dan sisa hidup, kalau mau menunggu sampai siap, kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu." - Lemony adalah belajar mendapat ilmu atau ilmu apapun yang anda pelajari, jangan hanya menunggu siap. Namun pararel saja dalam menjalankan kehidupan antara fakta dengan impian kadang berbeda jauh, semua akan berjalan indah jika kita mau belajar menjadi produktif dan menggapai impian, fokuslah menjadi produktif, bukan sekedar sibuk saja." - Tim Ferris. 1 2 3 4 5 6 7 Lihat Humaniora Selengkapnya Masuk ke perguruan tinggi menjadi impian banyak orang, terlebih bagi murid yang baru saja menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Biasanya setiap siswa yang lulus akan langsung mencari perguruan tinggi favorit yang cukup bergengsi. Tentu saja kamu juga membutuhkan kata kata motivasi masuk perguruan tinggi agar lebih bersemangat. Karena rasa semangat dapat mempengaruhi perkembangan diri untuk memperolah prestasi setinggi-tingginya. Mungkin tidak hanya satu atau dua kali saja kamu merasa minder ketika ingin masuk perguruan tinggi. Sebenarnya motivasi terbaik adalah yang berasal dari dirimu sendiri. Kamu pasti mempunyai alasan untuk setiap keputusan yang dipilih. Akan tetapi saat kamu ingin menyerah, cobalah ingat kembali bahwa suatu saat pendidikan dan pengalaman akan membantu saat kamu sedang kesulitan. Berikut kata kata motivasi masuk perguruan tinggi untukmu 1. Jangan khawatir tidak mampu beradaptasi dan bertemu dengan orang baru Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay Jangan berpikir kamu akan sulit bergaul ketika di kampus nanti ya. Sebenarnya apa yang kamu fikirkan saat ini juga sempat ada difikiran mereka yang akan masuk perguruan tinggi kok. Meskipun nanti teman-temanmu berasal dari daerah yang berbeda dan latar belakang yang berbeda pula, kamu tidak perlu terlalu khawatir. Asalkan kamu tetap rendah hati dan tidak sombong serta mampu menjaga bicaramu, mereka pasti akan welcome denganmu. Karena seiring berjalannya waktu, kamu pasti akan punya banyak teman meskipun sebelumnya kalian belum saling mengenal. 2. Jangan takut bertemu dosen galak Ketika kamu dulu masih di SMA, pasti ada kan guru yang galak? Begitu juga nanti ketika di kampus, pasti juga ada salah satu dosen yang bedanya, kalo di SMA itu nilaiamu terkadang masih diberi kemudahan oleh guru. Sedangkan ketika kuliah nanti, kamu benar-benar harus memperjuangkan nilaimu sendiri. Karena, baik buruknya nilai yang akan kamu peroleh nanti tergantung dari usaha serta kesungguhan yang kamu lakukan. Yang penting, jangan takut nilaimu jelek selama kamu telah berjuang. Buatlah aktifitas belajarmu menyenangkan setelah masuk perguruan tinggi nanti. 3. Raihlah mimpi untuk menjadi seorang sarjana di bidangmu Gambar oleh rkprasad_k dari Pixabay Saat ini kamu bukan lagi anak SMA dengan banyaknya waktu bermain dan hura-hura. Tapi sekarang, waktunya menentukan jalan masa depan untuk mencapai keberhasilan. Ingin langsung menikah, dirumah saja rebahan, bekerja atau mungkin menjadi seorang sarjana di bidang yang kamu suka? Apakah kamu rela mimpimu jatuh seperti daun-daun kering yang diinjak seperti sampah? Ayolah, kamu pasti bisa seperti saya yang sukses meraih mimpi menjadi sarjana komputer meskipun harus rela kuliah sambil kerja karena biaya. 4. Jangan salah memilih kampus dan jurusan ya Masa depanmu nanti, bergantung pada apa yang kamu pilih sekarang, termasuk dalam memilih perguruan tinggi serta jurusan kuliah. Meskipun cita-cita mu kelak tidak ada yang menjamin akan seratus persen terjadi, Tapi paling tidak, gelar sarjana dan pengalaman ilmu yang di dapat selama di bangku perkuliahan nanti akan sangat membantu dalam mewujudkan mimpimu. 5. Dapatkan sesuatu yang berharga dengan kuliah Ada banyak hal berharga yang akan kamu dapatkan nanti saat menjadi mahasiswa, yaitu ilmu pengetahuan, ijazah s1, teman/sahabat, wawasan yang luas, mental yang kuat serta relasi di lingkungan kampus yang akan sangat berguna di masa depanmu kelak. Jangan pernah pedulikan omongan orang yang mengatakan bahwa saat ini ijazah sarjana itu buat apa? Tapi yakinlah bahwa ijazah sarjanamu nanti merupakan jembatan yang akan menghantarkanmu meraih impian. Sedangkan teman, sahabat dan semua orang yang kenal baik denganmu nanti di kampus, akan menjadi aset “relasi” yang sangat berharga. Misalnya, untuk kepentingan pekerjaan, bisnis, atau keperluan lain kelak di masa yang akan datang. 6. Jika kamu tidak kaya, maka strata pendidikan dapat mengangkatmu di masa depan Perubahan besar dapat di capai salah satunya yaitu dengan pendidikan tinggi. Karena, meskipun strata ekonomi keluargamu tidak seperti mereka yang kaya, namun paling tidak, dengan gelar sarjana maka strata pendidikanmu dapat setara atau bahkan lebih jika kamu berhasil meraih predikat cumloud. Dengan statusmu yang telah menjadi sarjana kelak, maka kamu punya kesempatan bisa bekerja di perusahaan besar baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga, kamu bisa merubah ekonomi keluargamu menjadi lebih baik. Karena, selama kamu duduk di perguruan tinggi, kamu bukan hanya di ajari tentang teori pendidikan, namun juga akan berproses agar mampu menyelesaikan problem di kehidupan sosial maupun skill yang dapat dipakai nanti di dunia kerja. 7. Buatlah orang tuamu bangga Meskipun kadang tak terucap, tapi hampir semua orang tua pasti akan sangat bangga jika melihat anaknya menjadi seorang sarjana. Apalagi, jika kamu mampu mandiri tanpa di biayai mereka. Ada banyak jalan untuk meraihnya, tergantung seberapa kuat motivasi dan kerja kerasmu. Jika orang tuamu masih hidup, kapan lagi kamu bisa menjadi kebanggaan mereka? Sekaranglah saatnya untuk membuktikan pada mereka bahwa kamu mampu. 8. Tidak ada ilmu yang sia-sia selama kamu bersungguh-sungguh menempuhnya Meskipun kamu bukan orang yang cerdas, tapi setidaknya dengan ilmu yang didapat maka kamu akan menjadi pribadi yang mempunyai wawasan luas sehingga tidak akan mudah ditipu atau dibodohi oleh orang lain. Selebihnya, kamu hanya harus tetap semangat dan bersungguh-sungguh. Jangan pernah takut untuk bermimpi tinggi. Karena banyak orang yang saat ini telah sukses juga mengawali pencapaian mereka dari mimpi yang selalu mereka perjuangkan untuk diwujudkan. Penutup Permasalahan akan selalu ada dalam hidup, yang artinya kamu bisa saja mendapatkan problem hidup walaupun tidak masuk perguruan tinggi. Jadi tidak masalah jika ada kendala-kendala kecil yang terjadi padamu saat mulai kuliah. Kamu bisa mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itulah kamu tidak perlu khawatir untuk masuk perguruan tinggi. Karena di sana kamu akan menemukan banyak teman, ilmu, dan juga pengalaman. Sehingga hidupmu tidak akan terasa kesepian dan impianmu akan lebih mudah untuk diwujudkan. Semoga kata kata motivasi masuk perguruan tinggi ini bisa memantik rasa semangat dalam dirimu. Jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman karena terkadang sesuatu yang terasa asing’ justru akan memberikanmu keberuntungan di kemudian hari. Baca juga artikel terkait Solusi bingung memilih jurusan kuliahFakta tentang dunia perkuliahanKelebihan dan kekurangan jurusan bimbingan konseling. Selain tes tertulis, beberapa perguruan tinggi memiliki tes wawancara. Seperti halnya melamar kerja, kamu pun harus sungguh-sungguh menghadapi sesi interview ini. Masa depan kamu taruhannya, sob! Soalnya, wawancara tersebut bisa menentukan apakah kamu diterima atau ditolak. Atau digantungin eh! Untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara, baca rangkuman 22 pertanyaan yang bisa muncul ketika wawancara kuliah. 1. Ceritakan mengenai dirimu? 2. Apa yang membuat kamu tertarik masuk jurusan ini dan kampus ini? 3. Kamu tahu dari mana mengenai info kampus ini? 4. Sejauh ini, apa yang kamu ketahui tentang jurusan ini? 5. Jika nggak diterima di jurusan ini, jurusan apa yang kamu minati? 6. Apa cita-cita kamu? 7. Mengapa kami harus menerima kamu? 8. Apa saja pencapaianmu selama ini? 9. Jika ada hal pada dirimu yang bisa diubah, apa sifat/sikap/kebiasaan/hal yang ingin kamu ubah? 10. Apa saja kelebihanmu? 11. Apakah kamu yakin akan "kuat" kuliah di sini? 12. Seperti apa gambaran dirimu 10 tahun ke depan? 13. Ceritakan pengalaman gagal kamu? 14. Apakah kamu yakin akan diterima? Mengapa? 15. Kegiatan di luar kelas apa saja yang kamu ikuti? 16. Dari skala satu sampai sepuluh, berapa minat kamu masuk jurusan ini? 17. Apakah kamu yakin kalau jurusan ini menjanjikan di masa depan? Jika saya katakan prospek kariernya nggak bagus atau penghasilan lulusannya nggak besar, apakah kamu masih tertarik? 18. Saat kuliah nanti, rencananya kamu akan mengambil kegiatan mahasiswa apa? 19. Apa kesibukan kamu saat ini? 20. Skill apa saja yang kamu kuasai? 21. Siapakah sosok/tokoh yang menjadi inspirasi kamu? 22. Apa yang kamu lakukan di waktu luang? Nah, ini nih kira-kira gambaran pertanyaan wawancara. Ada yang menggali informasi diri, menguji, hingga yang agak mengintimidasi. Hihihi… Apapun pertanyaannya dan di mana pun kampus/jurusan yang dituju, kamu perlu menerapkan prinsip berikut ini dalam menjawabnya * Kenali dirimu. Apa passion kamu, ingat-ingat prestasi dan kegiatanmu selama ini, serta ketahui kekurangan dan kelebiihanmu. *Jujur. Jangan lebay atau “mengarang indah” hal-hal tentang dirimu. Kalau ketahuan—dan biasanya emang ketahuan—bakal berabe. *Jangan fake. Beda dengan poin di atas, maksud fake alias palsu di sini bukannya tipu-tipu, melainkan kamu nggak menjadi diri sendiri. Sebaliknya, kamu mengikuti cara bicara dan pola pikir orang lain yang kamu anggap cool. Saat wawancara, kamu justru harus menunjukkan dirimu apa adanya. Everybody's unique! *Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang jurusan serta kampus yang dituju. *Camkan bahwa nervous dan salah itu wajar. Jadi saat grogi, atau menjawab dengan kurang tepat, kamu jangan langsung panic atau nge-drop. * Jangan terlalu singkat dalam menjawab, apalagi hanya "ya", "tidak". Berikan penjelasan. * Antusias selama sesi wawancara. Jangan pesimis dan down, jika pertanyaannya agak menyecar kamu. *** Youthmanual telah mengumpulkan ribuan informasi seputar profesi, program studi, dan kampus unggulan, serta panduan persiapan kuliah yang komprehensif dalam laman Eksplorasi. Eksplorasi ribuan informasi program studi, karier dan profesi, dan kampus selengkapnya di sini. Baca juga Panduan Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Negeri Panduan Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan Panduan Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Swasta sumber gambar — Sebetulnya, pentingkah surat motivasi motivation letter itu untuk pelamar beasiswa? Apa sulitnya membuat surat untuk mengungkapkan motivasi diri?Marlindah JSA, alumnus Universitas Utrecht, Belanda, dalam presentasinya, Bagaimana Menulis Surat Motivasi yang Baik, di Holland Scholarship Day 2015 di Erasmus Huis, Jakarta, mengatakan bahwa surat motivasi atau biasa disebut dengan statement of purpose merupakan surat pernyataan pribadi yang mengungkapkan mengenai diri kita sebenarnya. "Di situ kita tuliskan apa saja yang telah mempengaruhi perjalanan karier kita, professional interest kita, apa rencana berikutnya, baik pada saat menulis statement of purpose tersebut, dan setelah menyelesaikan studi kita di perguruan tinggi yang akan kita tuju," ujar mengatakan, surat motivasi harus bisa memberikan gambaran mengenai latar belakang dan goals yang dapat memengaruhi agar lamaran dapat diterima di perguruan tinggi tujuan si pelamar. Dari situ akan terlihat keseriusan seorang pelamar dalam menerima beasiswa dan studi di negara pemberi punya acuan, berikut langkah-langkah membuat atau menulis surat motivasi, seperti dijabarkan Marlindah Isi pokok surat motivasi1. Tuliskan hal-hal apa saja yang membuat dan membentuk Anda seperti saat ini, dan jelaskan siapa Anda sekarang Tuliskan alasan Anda berkeinginan melanjutkan pendidikan ke tingkat studi berikutnya, yaitu master ataupun PhD. 3. Apa yang memotivasi Anda melakukan hal-hal tersebut, dan mengapa Anda ingin studi atau belajar penuh kerja keras dan Mengapa Anda memilih negara, khususnya Belanda, sebagai tujuan melanjutkan studi? 1Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi mahasiswa baru untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Universitas “X” Kota Bandung. Karakteristik populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif angkatan 2015 Universitas “X” kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Teknik pengambilan data dilakukan pada sampel mahasiswa baru di Universitas “X” kota Bandung, yang berjumlah 330 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner “Student Motivation for Attending University” yang merupakan adaptasi dari alat test yang sama dan dibuat oleh James E Cote dan Charles Levine Journal of College Student Development, 1997. Validitas dari alat ukur ini diuji dengan construct validity menggunakan rumus Product Moment Pearson, sebesar 0,342 – 0,577. Adapun reliabilitas dari alat ukur ini diolah menggunakan Alpha Cronbach, sebesar 0,726. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian, sebanyak 36,36% tergolong sebagai mahasiswa yang didorong oleh motivasi Intellectual Development PER. Mahasiswa dengan motivasi Personal-Intellectual Development PER masuk perguruan tinggi didasari oleh keinginan untuk mengembangkan diri, studi dan memahami kompleksitas kehidupan. 2Abstract This research is done to obtain the image of student motivation attending university in “X” University, Bandung. Characteristic of the population in this research is active-students class of 2015 in “X” University Bandung. The method used in this research is descriptive by using survey techniques. Data collection techniques performed on sample population of new-students in "X" University Bandung, totaling 330 people. Measuring instruments used in this study is “Student Motivation for Attending University” which is adapted from James E Cote and Charles Levine Journal of College Student Development, 1997. In this research the validity of the measuring instrument is measured by the construct validity using Product Moment Pearson formula, with the results – The reliability of this measure is processed using Alpha Cronbach, and the results obtained The data were analyzed using frequency distribution techniques. The result of this research reveals that students have Personal-Intellectual Development PER motivation. Students with this kind of motivation, the emphasis is on personal growth, studying and learning, and understanding the complexities of life and the world. 3DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN ... iii PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iv 4BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11 Motivasi Masuk Perguruan Tinggi ... 14 Remaja ... 15 Pengertian Remaja ... 15 Tugas-Tugas Perkembangan Masa Remaja ... 15 Perguruan Tinggi ... 19 Pengertian Perguruan Tinggi ... 19 Tujuan Pendidikan Tinggi ... 19 BAB III METODE PENELITIAN ... 21 Alat Ukur Motivasi Masuk Perguruan Tinggi ... 23 Data Pribadi dan Data Penunjang ... 25 Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ... 25 Validitas Alat Ukur ... 25 5 Populasi dan Teknik Penarikan Sampel ... 28 Populasi Sasaran ... 28 Karakteristik Populasi ... 28 Teknik Penarikan Sampel ... 28 Teknik Analisis Data ... 28 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 30 Gambaran Responden ... 30 Data Demografis ... 30 Hasil Penelitian ... 31 Gambaran Hasil Penelitian Motivasi Masuk Perguruan Tinggi ... 32 Tabulasi Silang ... 33 Pembahasan ... 36 Diskusi ... 42 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 43 Kesimpulan ... 43 Saran ... 43 Saran Teoretis ... 43 Saran Praktis ... 44 DAFTAR PUSTAKA ... 45 6DAFTAR BAGAN 7DAFTAR TABEL Tabel Distribusi Item ... 24 Tabel Sistem Penilaian Alat Ukur ... 24 Tabel Data Demografis Responden ... 30 8DAFTAR LAMPIRAN 9BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti pra-sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang hak ekonomi, sosial dan budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka. 102 Berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi PDDIKTI, 2015 jumlah mahasiswa baru terdaftar secara nasional tahun 2012 sebanyak sedangkan pada tahun 2013 jumlahnya berada pada angka dan terus meningkat sehingga pada tahun 2014 mencapai jumlah Bisa dilihat bahwa mahasiswa baru di Indonesia setiap tahun meningkat. Universitas “X” sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Bandung berdiri pada tahun 1965, dan hingga kini memiliki sembilan Fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Informasi, dan Fakultas Hukum. Universitas “X” memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan berdaya cipta, serta mampu mengisi dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni abad ke-21 berdasarkan kasih dan keteladanan Yesus Kristus, dan memiliki misi mengembangkan cendekiawan yang handal, suasana yang kondusif, dan nilai-nilai hidup yang Kristiani sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di Universitas “X”. Penelitian mengenai motivasi untuk masuk ke perguruan tinggi yang dilakukan oleh James E. Cote dan Charles Levine 1997 menyimpulkan bahwa motivasi untuk masuk universitas dapat dibagi menjadi 5 tipe, yaitu The Careerist-Materialist CAR, Personal-Intellectual Development PER, Humanitarian HUM, Expectation-Driven EXP, Default DEF. 113 menginginkan pengembangan diri dan pemahaman akan kompleksitas kehidupan menjadi tujuan utama berkuliah masuk dalam tipe Personal-Intellectual Development PER. Mahasiswa yang memiliki motivasi untuk membantu, memperbaiki dunia dan mengubah sistem demi sebuah hasil yang lebih baik masuk dalam tipe Humanitarian HUM. Mahasiswa yang berkuliah dengan tujuan untuk memenuhi harapan atau mengikuti tekanan dari keluarga ataupun teman untuk mendapatkan gelar kesarjanaan masuk dalam tipe Expectation-Driven EXP, sedangkan bagi mahasiswa yang tidak begitu tahu alasan mengapa mereka masuk perguruan tinggi masuk dalam tipe Default DEF. James E. Cote dan Charles Levine 1997 melakukan penelitian pada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, tidak spesifik mahasiswa yang masuk ke suatu perguruan tinggi tertentu. Penelitian ini mengkhususkan perhatian pada motivasi mahasiswa baru di Universitas “X” kota Bandung. Penelitian ini perlu dilakukan diantara mahasiswa mengingat semakin meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu perlu sekali untuk mengetahui motivasi mahasiswa baru untuk kuliah di perguruan tinggi. Dengan menggunakan hasil penelitian masuk perguruan tinggi yang telah dilakukan oleh James E. Cote dan Charles Levine 1997 maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai motivasi mahasiswa baru masuk perguruan tinggi di Universitas “X” kota Bandung. 124 modal mereka dalam karir yang mereka cita-citakan. Mereka mempunyai pendapat bahwa dengan lulus perguruan tinggi maka akan mudah mendapatkan pekerjaan. Oleh 24 orang 26,67 % mengungkapkan dirinya masuk perguruan tinggi karena ingin mendapatkan ilmu lagi, mengenyam pendidikan yang tinggi, dan mengembangkan diri. Mereka memberikan alasan dirinya masuk perguruan tinggi karena selagi mereka masih muda, mereka ingin mengejar ilmu setinggi mungkin. Mereka ingin menambah pengetahuan tentang bidang minat mereka masing-masing. Menurut mereka dengan melanjutkan ke perguruan tinggi dapat memperoleh ilmu, pengalaman yang lebih banyak untuk dimanfaatkan dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang produktif. Oleh 20 orang 22,22 % mengungkapkan dirinya masuk perguruan tinggi karena didasari untuk memenuhi harapan dan tekanan dari keluarga. Mereka memberikan alasan dirinya masuk perguruan tinggi karena keinginan, dorongan, tuntutan, dan ancaman dari orang tua. Oleh 14 orang 15,56 % mengungkapkan dirinya masuk perguruan tinggi karena keinginan yang didasari usaha untuk membantu orang lain. Mereka ingin bisa membantu memberikan solusi masalah orang lain dengan pengetahuan dan pengalaman mereka studi di perguruan tinggi. Mereka ingin memberikan pertolongan kepada semua orang tanpa terkecuali. 135 tuanya supaya ia menjadi lulusan sarjana apalagi sarjana pada fakultas tertentu yang menurut orang tuanya membanggakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang melatarbelakangi motivasi para mahasiswa baru untuk masuk perguruan tinggi. Menjadi pertanyaan apakah hal tersebut betul demikian bahwa setiap mahasiswa baru yang masuk perguruan tinggi memiliki motivasi yang berbeda-beda, apakah perbedaan latar belakang mereka masuk perguruan tinggi mempengaruhi program studi yang mereka ambil. Peneliti menjadi tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai motivasi mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Identifikasi Masalah Apakah yang mendorong mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Penelitian Untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Tujuan Penelitian 146 Kegunaan Penelitian Kegunaan Teoretis 1. Memberikan masukan pada ilmu psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan mengenai motivasi mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. 2. Memberikan masukan bagi peneliti lain yang berminat melakukan penelitian lanjutan mengenai motivasi mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Kegunaan Praktis 1. Menjadi informasi yang berharga bagi Universitas “X” kota Bandung mengenai motivasi mahasiswanya untuk kuliah di perguruan tinggi sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi pencapaian tujuan kuliah kuliah di perguruan tinggi. 2. Menjadi masukan bagi para dosen untuk dapat mengarahkan setiap mahasiswa baru, agar dapat menggenapi motivasi para mahasiswa baru dalam rangka mencapai tujuan pribadi dalam diri individu. 3. Memberikan informasi pada mahasiswa agar dapat mengetahui motivasi mereka kuliah di perguruan tinggi sehingga dapat memahami dan mengembangkan diri ke arah yang sesuai dengan harapannya. Kerangka Pemikiran 157 dengan apa yang menjadi tugas masa perkembangannya. Mahasiswa tingkat pertama Universitas “X” yang sedang berusaha mengejar cita-cita dengan masuk ke perguruan tinggi membutuhkan motivasi untuk terus menjaga mereka tetap di jalur untuk terus mengarahkan perilaku agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, untuk dapat membantu mereka mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditemui di perkuliahan, dan untuk membantu mereka menyelesaikan pendidikan di Universitas “X”. Motivasi merupakan tenaga pendorong yang mendorong mahasiswa untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri mahasiswa, yang menyebabkan mahasiswa bertindak atau melakukan sesuatu. Menurut Atkinson 1991 motivasi adalah proses yang mendasari tingkah laku manusia dimana tingkah laku tersebut digerakkan dan diarahkan ke suatu tujuan, sedangkan menurut McClelland 1953, motivasi memiliki beberapa ciri, diantaranya adalah bahwa motivasi menyebabkan tingkah laku, mengarahkan tingkah laku, memiliki intensitas yang tinggi dan memberikan kemantapan pada tingkah laku. Pengaruh motivasi terhadap mahasiswa tergantung seberapa besar motivasi itu mampu membangkitkan motivasi mahasiswa untuk bertingkah laku. Dengan motivasi yang besar, maka mahasiswa akan melakukan suatu pekerjaan dengan lebih memusatkan pada tujuan dan akan lebih intensif pada proses pengerjaannya. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri mahasiswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai. 168 Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri individu dimana faktor tersebut menjadi latar belakang dari motivasi mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi. Keluarga dan teman menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Keluarga memberi masukan yang signifikan bagi motivasi mahasiswa masuk perguruan tinggi. Misalkan Ayah memiliki profesi sebagai seorang dokter maka anak biasanya disarankan untuk melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran. Jika hampir seluruh keluarga adalah pengacara maka anak akan disarankan untuk masuk ke Fakultas Hukum. Selain keluarga, teman juga ikut menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dikarenakan teman dekat melanjutkan ke perguruan tinggi tertentu maka individu ikut masuk perguruan tinggi tersebut. Teman-teman SMA banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi tertentu maka individu ikut masuk kuliah di perguruan tinggi tersebut. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri mahasiswa yang melatar-belakangi motivasi mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi. Harapan dan cita-cita mahasiswa dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa masuk perguruan tinggi. Harapan dan cita-cita pribadi mahasiswa mendorong individu melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Misalkan mahasiswa ingin menjadi sukses maka ia masuk perguruan tinggi, karena menurutnya masuk perguruan tinggi salah satu jalan menuju kesuksesan. Berdasarkan penelitian mengenai motivasi untuk masuk ke perguruan tinggi yang dilakukan oleh James E. Cote dan Charles Levine 1997 menyimpulkan bahwa motivasi untuk masuk universitas dapat dibagi menjadi 5 tipe, yaitu The Careerist-Materialist CAR, Personal-Intellectual Development PER, Humanitarian HUM, Expectation-Driven EXP, Default 179 Mahasiswa yang dikategorikan kedalam The Careerist-Materialist CAR, adalah mahasiswa yang menjadikan karir sebagai tujuan dia berkuliah. Mahasiswa ini menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat untuk mendapatkan keahlian spesifik yang nantinya dapat dipakai untuk mencari uang, juga menjadikan universitas sebagai tempat untuk nantinya mendapatkan gelar sehingga menaikkan status di masyarakat. Mahasiswa yang menginginkan pengembangan diri dan pemahaman akan kompleksitas kehidupan dan menjadikan hal tersebut sebagai tujuan utama berkuliah masuk ke dalam kategori Personal-Intellectual Development PER. Dalam perkuliahannya mahasiswa tersebut berharap bahwa ilmu yang dia dapatkan mampu untuk mengembangkan kapasitas intelektualnya sehingga dia dapat lebih mengerti mengenai kompleksitas kehidupan. Mahasiswa yang memiliki motivasi untuk membantu, memperbaiki dunia dan mengubah sistem demi sebuah hasil yang lebih baik masuk dalam kategori Humanitarian HUM. Dalam perkuliahannya mahasiswa tersebut berharap bahwa ilmu yang dimilikinya dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat untuk membantu orang yang kurang beruntung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Mahasiswa yang berkuliah dengan tujuan untuk memenuhi harapan dan tekanan dari keluarga ataupun teman dapat digolongkan kedalam jenis Expectation-Driven EXP. Mahasiswa ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dimana dia masuk perguruan tinggi hanya untuk mendapatkan gelar untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga dapat menyenangkan orang tuanya. 1810 Dengan demikian bagan kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut Bagan Kerangka Pemikiran Asumsi 1. Motivasi mahasiswa baru dalam berkuliah di perguruan tinggi kemungkinannya termasuk kategori The Careerist-Materialist CAR, Personal-Intellectual Development PER, Humanitarian HUM, Expectation-Driven EXP dan Default DEF. 19BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai motivasi masuk perguruan tinggi pada mahasiswa baru di Universitas “X” kota Bandung, diperoleh kesimpulan sebagai berikut 1. Motivasi masuk perguruan tinggi pada mahasiswa baru di Universitas “X” kota Bandung yang paling dominan adalah Personal-Intellectual Development PER dimana mahasiswa baru tersebut memiliki keinginan untuk mengembangkan diri, studi dan memahami kompleksitas kehidupan. 2. Dari hasil penelitian motivasi masuk perguruan tinggi pada mahasiswa baru di Universitas “X” kota Bandung, terlihat mayoritas responden mahasiswa baru melanjutkan studi ke perguruan tinggi atas keinginan diri sendiri sejalan dengan motivasi yang dimiliki oleh mayoritas responden mahasiswa baru yaitu Personal-Intellectual Development PER, Humanitarian HUM, The Careerist-Materialist CAR. Sehingga terlihat bahwa responden mahasiswa baru melanjutkan studi ke perguruan tinggi memiliki motivasi yang jelas. Saran Saran Teoretis 2044 2. Melakukan penelitian lanjutan secara khusus ke tiap Fakultas di Universitas “X” kota Bandung. Saran Praktis 1. Untuk mahasiswa agar dapat mengetahui motivasi ia kuliah di perguruan tinggi sehingga dapat memahami dan mengembangkan diri ke arah yang sesuai dengan harapannya. 21MOTIVASI MASUK PERGURUAN TINGGI PADA MAHASISWA BARU DI UNIVERSITAS “X” KOTA BANDUNG SKRIPSI Diajukan untuk menempuh Sidang Sarjana pada Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung Oleh HERIS GUNAWAN SUWANDI NRP 1030085 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG 222324KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih karunia yang diberikan oleh-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan proposal penelitian dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha dengan judul “Motivasi Masuk Perguruan Tinggi pada Mahasiswa Baru di Universitas “X” Kota Bandung”. Dalam menyelesaikan proposal penelitian ini, peneliti banyak mendapat pengarahan, perhatian, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala rasa hormat, peneliti ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 1. DR. Irene Prameswari E., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha. 2. Robert O. Rajagukguk, selaku Pembimbing Utama yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing, memberi semangat, pengarahan, serta masukan yang sangat bermanfaat bagi penyusunan penelitian ini. 3. Kristin Rahmani, Psikolog selaku Pembimbing Pendamping yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing, memotivasi, berbagi pengalaman, memberikan banyak masukan yang sangat bermanfaat bagi penyusunan penelitian ini. 255. Keluarga peneliti yang telah memberikan doa, kasih sayang, semangat serta dukungan, baik secara moral maupun materiil sehingga penelitian ini akhirnya dapat terselesaikan. 6. Sahabat-sahabat peneliti yang memberikan semangat dan mendengarkan keluh kesah dari peneliti selama penyusunan penelitian ini. 7. Teman-teman satu kelompok belajar Psikologi yang telah memberikan banyak masukan dan dukungan serta bersedia untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan peneliti selama penyusunan penelitian ini. 8. Teman-teman Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha beserta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah memberi motivasi pada peneliti juga turut serta dalam membantu penyusunan penelitian ini. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Akhir kata, peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Bandung, Juni 2016 26DAFTAR PUSTAKA Cote, & C. Levine. 1997. Journal of College Student Development. ProQuest Psychology Journals pg. 229. Gage, & Berliner. 1998. Educational Psychology Sixth Edition. Boston Houghton Mifflin Company. Hurlock, 1973. Adolescent Development. New York McGraw Hills. Lahey, 2008. Psychology An Introduction. New York Mc Graw Hills. McClelland, D. 1953. The Achievement Motive. New York Appleton Century Crofts. Morgan, 1953. Atkinson & Hilgard’s Introduction to Psychology. Boston Cengage Learning. Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta Ghalia Indonesia. Purwanto, 2000. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung Rosda Karya. Santrock, 2006. Life span development, 10th ed. New York McGraw Hills. ____________. 2007. Psikologi Pendidikan, Edisi 2. Jakarta Kencana. Siegel, S. 1994. Statistik Non Parametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama. 27DAFTAR RUJUKAN Bernadus, Samuel. 2011. Studi Deskriptif Mengenai Tipologi Motivasi Masuk Perguruan Tinggi pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2010 di Universitas “X” Bandung. Skripsi. Bandung Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha. data jumlah mahasiswa seluruh Indonesia diakses pada November 2015 data visi dan misi Universitas Kristen Maranatha diakses pada

motivasi masuk perguruan tinggi